Pengawasan

Tumpukan Mie Kering Jadi Modus, Bea Cukai Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Semarang (2/8) – Sebanyak 384.000 batang rokok ilegal tanpa pita cukai diamankan petugas Bea Cukai Jateng DIY pada Senin, 1 Agustus 2022 di Rest Area 360, Kab. Batang, Jawa Tengah. Rokok ilegal yang akan diangkut ke wilayah Sumatera ini disembunyikan di bawah muatan sembako berupa tumpukan mie kering.

Menurut keterangan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Tri Utomo Hendro Wibowo, pengakuan sopir dan kernet akan diteliti lebih lanjut. “Akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan. Semuanya harus berdasarkan alat bukti. Kami akan memprosesnya”, ujar Tri.

Tri kemudian menceritakan kronologi penindakannya. “Berdasarkan informasi intelijen yang kami analisis dan kembangkan, kami melakukan penelusuran dan pengamatan di sepanjang ruas tol Kendal-Tegal. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim melakukan pengejaran dan pembuntutan terhadap truk target”, jelasnya.

“Tak berselang lama, tim kemudian melakukan penghentian truk di Rest Area 260, Batang, Jawa Tengah. Didapati rokok tanpa pita cukai yang disembunyikan di bawah tumpukan mie kering. Truk beserta sopir dan kernet kemudian di bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut”, imbuh Tri.

Berdasarkan hasil pencacahan, truk tersebut memuat 384.000 batang rokok ilegal beragam merek tanpa dilekati pita cukai. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp.547,2 Juta dan potensi penerimaan negara yang seharusnya dibayar sebesar Rp.366,5 Juta yang berasal dari pungutan cukai, PPN HT dan Pajak Rokok.

Tri menegaskan kembali bahwa terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan pasal 54 Undang-Undang Cukai nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual Barang Kena Cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang harus dibayar.

Comment here