Pengawasan

Bea Cukai Jateng DIY Tindak 2 Unit Minibus Bermuatan Rokok Ilegal

Bea Cukai Jateng DIY Tindak 2 Unit Minibus Bermuatan Rokok Ilegal

Semarang (11/8) – Bea Cukai Jateng DIY kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal jaringan Jawa-Sumatera pada Rabu, 10 Agustus 2022. Pada penindakan tersebut telah diamankan dua unit mobil pribadi yang membawa rokok ilegal sebanyak 606 ribu batang dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp664 juta dan potensi penerimaan negara yang seharusnya dibayar sebesar Rp444 juta.

“Pada Rabu, 10 Agustus 2022, kami menerima dua informasi intelijen bahwa terdapat pengiriman rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang diduga ilegal dimuat menggunakan mobil pribadi yang akan melewati wilayah pengawasan Bea Cukai Jateng DIY. Atas informasi tersebut petugas melakukan penelusuran dan pengamatan di sepanjang ruas jalan Pantura Demak-Semarang dan jalan Alternatif Purwodadi-Semarang,” ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Tri Utomo Hendro Wibowo.

Lebih lanjut Tri menjelaskan bahwa sekitar pukul 18.00 WIB, petugas melihat sarkut dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diterima melintas di jalan Pantura. “Melihat sarana pengangkut tersebut petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penghentian sarkut di Jalan R.E. Martadinata No.12, Kec. Semarang Utara,  Kota Semarang” lanjut Tri.

Tak berselang lama petugas yang melakukan pengamatan di jalan Alternatif Purwodadi-Semarang juga berhasil melakukan pengejaran dan penghetian sarkut di Jl. R.E. Martadinata, Kec. Semarang Barat,  Kota Semarang.

Bea Cukai Jateng DIY Tindak 2 Unit Minibus Bermuatan Rokok Ilegal


“Berdasarkan pemeriksaan terhadap dua unit mobil tersebut kedapatan membawa 606.100 batang
rokok jenis SKM berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya mobil beserta sopir (SD), (BW),
dan (MT) dibawa ke Kantor Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Tri

“Terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana
setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena
cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan
pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda
paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya
dibayar,” pungkas Tri.

Comment here