Fasilitas

Bea Cukai Kenalkan Pasar Singapura Bagi UMKM di Jateng dan DIY

Semarang (12/08) – Pemerintah terus berupaya dalam pemberdayaan UMKM agar bisa menembus pasar global. Kementerian Keuangan khususnya Bea Cukai juga turut serta dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui berbagai program pembinaan salah satunya adalah Business Matching. Kegiatan tersebut berupa kerjasama Bea Cukai dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri untuk memperkenalkan UMKM Indonesia dan mempertemukan dengan calon pembeli di luar negeri.

Pada Kamis, 11 Agustus 2022 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menggelar kegiatan bertajuk Road to Business Matching UMKM “Menjelajah Pasar Singapura”. Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkenalkan pasar Singapura dan ketentuan impor di negara tersebut sebelum nantinya mempertemukan dengan calon pembeli.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah yang harus dilalui agar pemberdayaan UMKM yang selama ini dilakukan mendapatkan hasil yang lebih nyata. “Menjelajah pasar Singapura kali ini adalah bagian dari beberapa langkah yang harus dilalui sehingga usaha kita bisa benar-benar konkrit hasilnya” tuturnya.

Atase Perdagangan KBRI Singapura Rumaksono menyampaikan bahwa Singapura adalah hub perdagangan internasional. “Banyak turis dan pebisnis dari luar negeri datang ke Singapura, sehingga ketika mengikuti pameran di Singapura targetnya bukan hanya Singapura melainkan pasar global. Banyak perusahaan besar di dunia menempatkan kantor perwakilannya di Singapura untuk pemasaran di kawasan Asia-Pasifik” jelasnya.

Rumaksono juga menyampaikan bahwa KBRI Singapura memiliki digital showcase yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM Indonesia untuk memajang produknya pada laman www.indonesiastore.sg. “Para pelaku UMKM dapat mengirimkan portofolio produknya pada KBRI Singapura untuk selanjutnya bisa kami unggah pada laman tersebut. Melalui laman tersebut calon pembeli dapat melihat produk, uraian lengkap dan kontak yang dapat dihubungi ketika calon pembeli di Singapura berminat” ujarnya.

Selanjutnya Deni Surjantoro, Atase Keuangan KBRI Singapura menyampaikan terkait ketentuan impor di negara Singapura. “Hanya ada 4 komoditas yang dikenakan bea masuk di Singapura diantaranya minuman mengandung etil alkohol, hasil tembakau, kendaraan bermotor, produk minyak bumi dan campuran biodiesel. Selain komoditas tersebut tidak dikenakan bea masuk, tapi tetap dikenakan GST (Good and Services Tax) sebesar 7%” jelasnya.

Upaya pemberdayaan UMKM akan terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta melalui berbagai program pembinaan. Upaya ini diharapkan agar UMKM Indonesia dapat bersaing di pasar global sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Comment here