Penerimaan

Tumbuh 16,20% Bea Cukai Jateng DIY Setor Penerimaan Negara Rp 27,31 Triliun

Semarang (10/08/2022) – Hingga 31 Juli, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY telah menyetor penerimaan negara sebesar Rp 27, 31 Triliun atau tumbuh 16,20% yoy. Paparan penerimaan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Dialog Kinerja Organisasi (DKO) pada Rabu, 10 Agustus yang dipimpin oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Muhamad Purwantoro. 

Meski baru mencapai 53,98% dari total target penerimaan TA 2022, capaian penerimaan tersebut telah tumbuh 16,20% yoy  atau sebesar Rp 3,81 Trilliun.

Adapun dari total penerimaan tersebut, masih didominasi dari sektor cukai dengan rincian penerimaan cukai sebesar Rp 48,69 Triliun, lalu bea masuk sebesar Rp 1,13 Triliun, dan bea keluar sebesar Rp 61,51 Miliar.

Penerimaan bea masuk sebesar 62,12%, tumbuh 14,82% yoy—setara dengan Rp 146 Miliar—seiring dengan impor komoditi utama seperti gula, susu, polimer, kacang tanah, dll yang mengalami peningkatan secara yoy.

Selain peningkatan pada sektor bea masuk, penerimaan bea keluar telah mencapai 70,68% yang berarti naik 38,45% yoy atau setara dengan Rp 17,1 Miliar. Peningkatan ini masih didominasi dengan ekspor produk CPO. 

Tak hanya itu, realisasi cukai sebesar 53,64% atau naik 16,21% yoy sebesar Rp 3,64 Triliun, didorong oleh pelunasan CK-1 Kredit tahun 2021 dan kenaikan tarif CHT tahun 2022. Hal ini juga menyebabkan penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2022 memiliki tren naik dibanding penerimaan CHT 4 tahun terakhir.

Presentase penerimaan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY pada Bulan Juli 2022 ini telah sesuai dengan target penerimaan yang mengalami eskalasi 7,73% atau sebesar Rp 3,45 Triliun dari semula Rp 47,15 Trilun menjadi Rp 50,60 Triliun. Hal tersebut berdasarkan penetapan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022.

Comment here