Pengawasan

Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Pengiriman 832 Ribu Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Jateng DIY kembali melakukan penindakan terhadap truk bermuatan rokok ilegal pada Senin, 19 September 2022 di Gerbang Tol Waleri, Kendal, Jawa Tengah. Pada penindakan tersebut telah diamankan sebanyak 832 ribu batang rokok ilegal tanpa pita cukai dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp948,48 Juta dan potensi penerimaan negara berupa cukai, PPN HT, dan pajak rokok senilai Rp635,43 Juta.

“Pada Senin, 19 September 2022 sekira pukul 07.00 kami menerima informasi intelijen bahwa terdapat pengiriman Barang Kena Cukai Hasil Tembakau yang diduga ilegal dan dimuat dalam truk berwarna kuning yang akan melintas di jalur distribusi Jawa Tengah. Atas informasi tersebut tim kemudian melakukan penelusuran di sepanjang Tol Salatiga-Semarang dan Semarang-Kendal,” ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Tri Utomo Hendro Wibowo.

Tri menjelaskan lebih lanjut bahwa pada pukul 10.30, tim mendapati sarana pengangkut denghan ciri ciri yang sesuai dengan informasi yang diterima. “Setelah mengunci target yang sesuai dengan ciri-ciri, tim kemudian melakukan pembuntutan dan berhasil melakukan penghentian sarana pengangkut di Gerbang Tol Waleri, Kendal,” lanjut Tri.

Berdasarkan hasil pencacahan didapati bahwa sarana pengangkut membawa 52 karton rokok tanpa pita cukai jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan rincian 30 karton SKM merek “JAYA BOLD”, 20 karton SKM merek “EXIS MILD” dan 2 karton SKM merek “SEMERU”. Selanjutnya Sopir (DW) dibawa ke Kantor Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tegas Tri.

Comment here