Pengawasan

Bea Cukai dan BNN berhasil Ungkap Penyelundupan Sabu 2,9 Kg Jaringan Malaysia-Madura

Bea Cukai dan BNN berhasil Ungkap Penyelundupan Sabu 2,9 Kg Jaringan Malaysia-Madura

Semarang (4/10/2022) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Bea Cukai Tanjung Emas, dan BNNP Jateng berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2,9 kg dengan modus barang kiriman yang disembunyikan di dalam jerigen besar berisi perlengkapan alat dapur dan pakaian bekas.

“Pada 14 September 2022 Tim Bea Cukai Tanjung Emas dan K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY didampingi oleh JKS Logistik Semarang beserta BNNP Jateng melakukan pemeriksaan atas barang kiriman asal Malaysia tujuan Lumajang Jawa Timur yang terindikasi terdapat narkotika,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah Arif Dimjati saat melakukan press release, Selasa (4/10).

Arif menambahkan bahwa paket yang berisi pakaian bekas, alat dapur dan 2 buah jerigen tersebut setelah dilakukan pemeriksaan terdapat bungkusan serbuk putih diduga kuat sebagai narkotika jenis sabu. “Selanjutnya tim gabungan melaksanakan operasi control delivery ke alamat di Lumajang dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial AF yang mengambil paket dan masih dilakukan pencarian tersangka berinisial NHS yang menyuruh AF untuk mengambil paket berisi sabu,” tambah Arif.

Sementara itu, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa penggagalan penyelundupan narkotika melalui barang kiriman ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi yang telah dibangun bersama.

Bea Cukai dan BNN berhasil Ungkap Penyelundupan Sabu 2,9 Kg Jaringan Malaysia-Madura

“Begitu kami menemukan adanya indikasi sabu, Bea Cukai langsung melakukan kolaborasi agar bisa ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan kewenangan instansi masing masing. Kolaborasi dengan BNN dan Polri menjadi suatu keharusan sehingga kasus ini bisa terungkap,” tutur Purwantoro.

“Kami Bea Cukai bertekad untuk terus meningkat perannya di bidang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Upaya tersebut tidak lepas dari kolaborasi kami dengan aparat penegak hukum, baik itu BNN, Polri, TNI, dan Kejaksaan dalam rangka pengawasan dan penindakan narkotika,” pungkas Purwantoro

Comment here