Lain-lain

Galakkan Gempur Rokok Ilegal, Inilah Peran Media Sosial Didalamnya

Semarang (11/10/2022) – Terus galakkan Gempur Rokok Ilegal, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindang) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi dengan tema “Peran Media Sosial untuk Menekan Peredaran Rokok Ilegal”. Sosialisasi ini diselenggarakan dalam bentuk talkshowyang ditayangkan secara live melalui media TV Kampus Udinus (TVKU) dan disaksikan secara langsung oleh mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). 

Pada kesempatan kali ini, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Cahya Nugraha mengajak seluruh masyarakat agar aktif menggunakan media sosial untuk mencari informasi yang positif termasuk mengenai rokok illegal.

“Media sosial ini menurut saya merupakan cara preventif untuk mencegah dan menanggulangi peredaran rokok illegal. Karena media sosial merupakan cara yang paling murah dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas,” ujar Cahya.

Sementara itu, Kepala Disperindang Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo menyampaikan bahwa masyarakat luas juga turut terlibat dalam penyebaran informasi di media sosial termasuk terkait Gempur Rokok Ilegal.

“Media sosial merupakan media yang tidak ada batasnya, baik untuk menyebarkan informasi maupun mendapatkan informasi. Jadi, kita harus memanfaatkan media sosial seoptimal mungkin untuk mengenalkan dan mendorong masyarakat untuk terus menggempur rokok ilegal” tutur Arif.

Senada dengan Cahya dan Arif, Dosen Komunikasi Universitas Diponegoro Adi Nugroho juga menyampaikan, banyaknya media sosial yang ada menjadikan para penyebar informasi lebih kreatif dalam menyebarkan konten sesuai dengan audience masing-masing media sosial.

“Strategi yang beragam dan kreatif tentunya wajib dilakukan, salah satunya dengan menggandeng influencer atau tokoh berpengaruh di masyarakat. Selain itu, agar penyebaran informasi berjalan efektif, maka harus dilakukan dengan gaya bahasa yang popular dan mudah dicerna oleh masyarakat. Tak hanya itu, jam tayang utama (prime time) juga harus diperhatikan agar informasi menyebar lebih luas,” jelas Adi.

Comment here