Transformasi Kelembagaan

Gelar FGD Kehumasan Kedua, Bea Cukai Jateng DIY Undang Pak Bhabin dan Dosen Komunikasi UNDIP

Semarang (04/11) – “Di jaman sekarang setiap orang adalah media dan kerugian terbesar dari seorang humas adalah tidak memanfaatkan peluang tersebut” tutur Ipda Herman Hadi Basuki yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Bhabin saat menjadi narasumber pada FGD Kehumasan Kamis, 03 November 2022 di Aula Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Cahya Nugraha, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam membangun strategi komunikasi, memunculkan ide kreatif dalam penyusunan konten. “Semua hal tersebut demi meningkatkan citra dan reputasi positif bagi Bea Cukai,” tuturnya saat menyampaikan laporan.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa kegiatan FGD Kehumasan yang kedua ini mengundang narasumber yang profesional di bidangnya. “Kali ini kita mengundang Ipda Herman atau Pak Bhabin, seorang kreator konten di media sosial. Selain itu dari kalangan akademisi kita juga mengundang Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Diponegoro. Hal ini dilakukan guna peningkatan kompetensi di bidang kehumasan, mempelajari teori tentang strategi komunikasi sehingga dapat menerapkan dalam pelaksanaan tugas” ujarnya.

Selanjutnya Ipda Herman yang kerap disapa Pak Bhabin menyampaikan bahwa saat ini terdapat banyak media untuk membuat konten dan setiap media  memiliki karakteristik konten dan audiens yang berbeda. “Platform yang kita gunakan itu menentukan ide-ide konten kita, hal ini juga mempengaruhi engagement rate dari audiens. Buatlah konten yang berbeda dengan lainnya, memiliki nilai tambah diantaranya memberi pengetahuan baru, memecahkan masalah, atau menghibur. Jangan mengejar viral terlebih dahulu,” tuturnya.

Sementara itu Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro DR. Drs. Adi Nugroho, M.Si. menyampaikan bahwa strategi komunikasi publik saat ini menjadi bagian dari dukungan bagi institusi untuk menjalankan program dan kebijakan. “Baik kebijakan yang baru maupun yang sudah berjalan sebelumnya, penerapan strategi komunikasi menjadi bagian penting untuk mendukung tercapainya keberhasilan program,” jelasnya.

Menurut Adi Nugroho, kehumasan pemerintahan harus dinamis dan harus semakin responsive dalam berkreasi untuk menyampaikan pesan-pesan baru agar tetap sasaran. “Tentu saja saat ini semakin dimudahkan dengan adanya saluran internet dan beragamnya platform media sosial,” pungkasnya.

Comment here